Minggu, 02 April 2017

Perbedaan pendapat globalisasi dari para ahli.

Perbedaan pendapat globalisasi dari para ahli.

Modernisasi hanya dapat terjadi jika terdapat suatu dorongan. Dorongan-dorongan itu menurut David McCleland adalah sebagai berikut.
a. Pribadi yang memiliki need for achievement, yaitu kebutuhan untuk berprestasi.
b. Perasaan tanggung jawab terhadap masyarakat
c. Memiliki modal yang cukup
d. Memiliki ilmu pengetahuan yang tinggi

Menurut Alex Inkeles (1965), seorang sosiologi dari Universitas Harvard untuk mencapai modernisasi harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
a. Bersedia menerima gagasan-gagasan baru dan melaksanakan cara-cara baru.
b. Sanggup membentuk atau mempunyai pendapat mengenai sejumlah persoalan yang tidak hanya timbul di sekitarnya, tetapi juga di luarnya.
c. Peka terhadap waktu, serta lebih mementingkan masa kini dan masa mendatang daripada masa lampau.
d. Terlibat dalam perencanaan dan organisasi, serta menganggapnya sebagai sesuatu yang wajar dalam hidup.
e. Kepercayaan terahadap keunggulan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Menurut Rostow proses pembangunan ekonomi bisa dibedakan kedalam lima tahap. Lima tahap tersebut adalah karakteristik perubahan keadaan ekonomi, social dan politik yang terjadi. berikut adalah 5 tahap pembangunan menurut Rostow :
a. Masyarakat tradisional
Sistem ekonomi yang mendominasi masyarakat tradisional adalah pertanian, dengan cara-cara bertani yang tradisional. Produktivitas kerja manusia lebih rendah bila dibandingkan dengan tahapan pertumbuhan berikutnya. Masyarakat ini dicirikan oleh struktur hirarkis sehingga mobilitas sosial dan vertikal rendah.

b. Pra-kondisi tinggal landas
Selama tahapan ini, tingkat investasi menjadi lebih tinggi dan hal itu memulai sebuah pembangunan yang dinamis. Model perkembangan ini merupakan hasil revolusi industri. Konsekuensi perubahan ini, yang mencakup juga pada perkembangan pertanian, yaitu tekanan kerja pada sektor-sektor primer berlebihan. Sebuah prasyarat untuk pra-kondisi tinggal landas adalah revolusi industri yang berlangsung dalam satu abad terakhir.

c. Tinggal landas
Tahapan ini dicirikan dengan pertumbuhan ekonomi yang dinamis. Karakteristik utama dari pertumbuhan ekonomi ini adalah pertumbuhan dari dalam yang berkelanjutan yang tidak membutuhkan dorongan dari luar. Seperti, industri tekstil di Inggris, beberapa industri dapat mendukung pembangunan. Secara umum “tinggal landas” terjadi dalam dua atau tiga dekade terakhir. Misalnya, di Inggris telah berlangsung sejak pertengahan abad ke-17 atau di Jerman pada akhir abad ke-17.

d. Menuju kedewasaan
Kedewasaan pembangunan ditandai oleh investasi yang terus-menerus antara 40 hingga 60 persen. Dalam tahap ini mulai bermunculan industri dengan teknologi baru, misalnya industri kimia atau industri listrik. Ini merupakan konsekuensi dari kemakmuran ekonomi dan sosial. Pada umumnya, tahapan ini dimulai sekitar 60 tahun setelah tinggal landas. Di Eropa, tahapan ini berlangsung sejak tahun 1900.

e. Era konsumsi tinggi
Ini merupakan tahapan terakhir dari lima tahap model pembangunan Rostow. Pada tahap ini, sebagian besar masyarakat hidup makmur. Orang-orang yang hidup di masyarakat itu mendapat kemakmuran dan keserbaragaman sekaligus. Menurut Rostow, saat ini masyarakat yang sedang berada dalam tahapan ini adalah masyarakat Barat atau utara.

Daftar pustaka

Sumber: http://www.beli-buku.com/perubahan-sosial-dan-pembangunan-p-3080.html
http://aladhimm.blogspot.co.id/2013/11/5-tahap-pembangunan-menurut-rostow-1960.html?m=1

Komunikasi sosial dan pembangunan

Sebelum kita memasuki pokok pembahasan yang di tuju, mari kita ketahui terlebih dahulu, apasih yang dimaksud dengan Komunikasi Sosial dan Pembangunan itu ? Dari berbagai buku yang penulis baca, penulis dapat menyimpulkan bahwa ;

" Komunikasi Sosial dan Pembangunan merupakan gabungan dari dua istilah yaitu, Komunikasi Sosial dan Komunikasi Pembangunan. Kedua istilah tersebut mempunyai materi bahasan yang di dalamnya terkandung ilmu yang mengajarkan tentang bagaimana komunikasi harus dilakukan, sehingga berperan pada suatu penunjang pelaksanaan program - program pembangunan dalam rangka menciptakan perubahan pada suatu sistem sosial. "

" Lalu, pembangunan merupakan upaya untuk menciptakan perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik, sehingga program-program pembangunan yang dicanangkan senantiasa bersifat ide-ide pembaruan (inovasi), baik yang berupa fisik maupun nonfisik. Program pembangunan yang bersifat fisik, misalnya berupa pembangunan infrastruktur, sedangkan program pembangunan yang brsifat nonfisik misalnya pembangunan suprastruktur dan pemberdayaan manusia (sumber daya manusia). "

Dan pada Ilmu Komunikasi, terdapat beberapa teori - teori yang berhubungan dengan terciptanya proses pembangunan sosial tersebut. Maka penulis memilih beberapa Katagori Teori dari berbagai Teori Komunikasi yang ada, yaitu :

Katagori dari Teori Komunikasi Interpersonal yaitu , Teori Disonansi Kognitif
Katagori dari Teori Komunikasi Sosial yaitu , Teori Analisis Proses Interaksi
Katagori dari Teori Komunikasi Massa yaitu , Teori Difusi Inovasi

Penulis berpendapat bahwa ketiga teori di atas lah yang paling berpengaruh dalam proses pembangunan sosial. Mengapa demikian? Oleh Karena itu, penulis akan menjelaskan satu demi satu, mengapa ketiga teori di atas sangat berpengaruh terhadap proses pembangunan sosial.

1.Teori Disonasi Kognitif

Teori Disonasi Kognitif karya Leon Festinger adalah satu teori yang paling penting dalam sejarah psikologi sosial. Teori Festinger tentang disonasi kognitif dimulai dengan gagasan bahwa pelaku komunikasi memiliki beragam elemen kognitif, seperti :

> Sikap
> Persepsi
> Pengetahuan
> Perilaku

Elemen - elemen tersebut tidak terpisahkan, tetapi saling menghubungkan satu sama lain dalams sebuah sistem serta setiap elemen dari sistem tersebut akan memiliki satu dari tiga macam hubungan dengan setiap elemen dari setiap sistem elemen lainnya. Jenis hubungannya ada 3, yaitu :
Kosong atau Tidak Berhubungan : Tidak ada elemen yang benar - benar memengaruhi elemen lain.
Cocok atau Sesuai : Dengan salah satu elemen yang menguatkan atau mendukung elemen lain.
Tidak Cocok atau Disonansi : Ketidaksesuaian terjadi ketika salah satu elemen tidak dapat diharapkan untuk mengikuti yang lain.

Ada dua dasar pemikiran yang menolak Teori Disonansi.
Pemikiran Pertama adalah bahwa Disonansi menghasilkan keterangan atau tekanan yang menciptakan keharusan untuk berubah.
Dasar Pemikiran Kedua adalah secara alami mengikuti dasar pemikiran yang pertama. Ketika Disonansi hadir, individu bukan hanya akan mencoba untuk menguranginya, tetapi juga akan menghindari situasi - situasi adanya Disonansi lain yang mungkin akan dihasilkan. Dengan kata lain, semakin besar Disonansinya, semakin besar pula kebutuhan untuk menguranginya.

Dan dari beberapa Disonansi yang di alami sebagai hasil sebuah keputusan bergantung pada empat variabel. Variabel Pertama adalah kepentingan keputusan. Keputusan tertentu seperti tidak sarapan mungkin tidak penting dan menghasilkan sedikit disonansi, sedangkan membeli sebuah mobil dapat memberikan masalah disonansi masalah yang besar.