Minggu, 02 April 2017

Komunikasi sosial dan pembangunan

Sebelum kita memasuki pokok pembahasan yang di tuju, mari kita ketahui terlebih dahulu, apasih yang dimaksud dengan Komunikasi Sosial dan Pembangunan itu ? Dari berbagai buku yang penulis baca, penulis dapat menyimpulkan bahwa ;

" Komunikasi Sosial dan Pembangunan merupakan gabungan dari dua istilah yaitu, Komunikasi Sosial dan Komunikasi Pembangunan. Kedua istilah tersebut mempunyai materi bahasan yang di dalamnya terkandung ilmu yang mengajarkan tentang bagaimana komunikasi harus dilakukan, sehingga berperan pada suatu penunjang pelaksanaan program - program pembangunan dalam rangka menciptakan perubahan pada suatu sistem sosial. "

" Lalu, pembangunan merupakan upaya untuk menciptakan perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik, sehingga program-program pembangunan yang dicanangkan senantiasa bersifat ide-ide pembaruan (inovasi), baik yang berupa fisik maupun nonfisik. Program pembangunan yang bersifat fisik, misalnya berupa pembangunan infrastruktur, sedangkan program pembangunan yang brsifat nonfisik misalnya pembangunan suprastruktur dan pemberdayaan manusia (sumber daya manusia). "

Dan pada Ilmu Komunikasi, terdapat beberapa teori - teori yang berhubungan dengan terciptanya proses pembangunan sosial tersebut. Maka penulis memilih beberapa Katagori Teori dari berbagai Teori Komunikasi yang ada, yaitu :

Katagori dari Teori Komunikasi Interpersonal yaitu , Teori Disonansi Kognitif
Katagori dari Teori Komunikasi Sosial yaitu , Teori Analisis Proses Interaksi
Katagori dari Teori Komunikasi Massa yaitu , Teori Difusi Inovasi

Penulis berpendapat bahwa ketiga teori di atas lah yang paling berpengaruh dalam proses pembangunan sosial. Mengapa demikian? Oleh Karena itu, penulis akan menjelaskan satu demi satu, mengapa ketiga teori di atas sangat berpengaruh terhadap proses pembangunan sosial.

1.Teori Disonasi Kognitif

Teori Disonasi Kognitif karya Leon Festinger adalah satu teori yang paling penting dalam sejarah psikologi sosial. Teori Festinger tentang disonasi kognitif dimulai dengan gagasan bahwa pelaku komunikasi memiliki beragam elemen kognitif, seperti :

> Sikap
> Persepsi
> Pengetahuan
> Perilaku

Elemen - elemen tersebut tidak terpisahkan, tetapi saling menghubungkan satu sama lain dalams sebuah sistem serta setiap elemen dari sistem tersebut akan memiliki satu dari tiga macam hubungan dengan setiap elemen dari setiap sistem elemen lainnya. Jenis hubungannya ada 3, yaitu :
Kosong atau Tidak Berhubungan : Tidak ada elemen yang benar - benar memengaruhi elemen lain.
Cocok atau Sesuai : Dengan salah satu elemen yang menguatkan atau mendukung elemen lain.
Tidak Cocok atau Disonansi : Ketidaksesuaian terjadi ketika salah satu elemen tidak dapat diharapkan untuk mengikuti yang lain.

Ada dua dasar pemikiran yang menolak Teori Disonansi.
Pemikiran Pertama adalah bahwa Disonansi menghasilkan keterangan atau tekanan yang menciptakan keharusan untuk berubah.
Dasar Pemikiran Kedua adalah secara alami mengikuti dasar pemikiran yang pertama. Ketika Disonansi hadir, individu bukan hanya akan mencoba untuk menguranginya, tetapi juga akan menghindari situasi - situasi adanya Disonansi lain yang mungkin akan dihasilkan. Dengan kata lain, semakin besar Disonansinya, semakin besar pula kebutuhan untuk menguranginya.

Dan dari beberapa Disonansi yang di alami sebagai hasil sebuah keputusan bergantung pada empat variabel. Variabel Pertama adalah kepentingan keputusan. Keputusan tertentu seperti tidak sarapan mungkin tidak penting dan menghasilkan sedikit disonansi, sedangkan membeli sebuah mobil dapat memberikan masalah disonansi masalah yang besar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar